Hari Raya Waisak menjadi salah satu peringatan penting bagi umat Budha. Perayaan itu dirayakan dengan mengenang 3 peristiwa krusial yang dilakukan oleh penyebarnya, yaitu Siddharta Gautama. 3 hal itu sering disebut sebagai Trisuci Waisak. Pertama, mengenang kelahiran sang penyebar ajaran. Kedua, diangkatnya Siddharta Gautama menjadi Budha. Ketiga, wafatnya Sidharta Gautama. Sama seperti perayaan pada umumnya, Hari Waisak sering dimeriahkan dengan berbagai tradisi unik. Menariknya lagi, perayaan ini berbeda dari satu negara dan negara lainnya. Di Indonesia sendiri, haari tersebut dijadikan sebagai Hari Libur Nasional. Bagi Anda yang beragama beda, dipersilakan untuk menghormatinya dengan berbagai cara. Salah satunya mengirimkan karangan bunga dari koleksi Florist Salatiga. Selain itu, Anda dapat memberikan hal lain sebagai rasa ikut berbahagia atas perayaan tersebut. Sikap seperti ini penting, mengingat Indonesia mempunyai lebih dari 3 agama yang saling berdampingan.

3 Tradisi di Hari Raya Waisak

Seperti yang sudah dijelaskan, Hari Raya Waisak disetiap daerah dimeriahkan dengan cara yang berbeda-beda. Namun, kenyataan itu bukan satu hal yang mesti diributkan karena inti dari Hari Waisak sendiri adalah perenuangan terhadap sang agung Siddharta Gautama. Nah, bagi Anda yang penasaran dengan keseruan tradisi di Indonesia dalam merayakan Hari Waisak. Berikut penjelasan singkatnya:

  1. Kirab di Yogyakarta

Perayaan Hari Waisak di Yogyakarta cukup meriah, sebab keseruan peringatan ini dimeriahkan oleh Kirab Agung Amisa Puja. Moment seru dan saling guyub tersebut terlihat jelas di Desa Gunung Kelir. Kirab sendiri dilakukan menggunakan tradisi Jawa, dimulai dari membawa atau mengarak tiruan Sang Budha. Selain itu, kegiatan kian menarik karena arakan tersebut akan diikuti oleh beberapa orang yang membawa berbagai sesajen. Akhir dari kirab ini ialah melakukan puja atau sembahyang dengan pembacaan kitab suci Budha.

  1. Trisuci di Magelang

Kemeriahan juga tercipta dari daerah yang berdekatan dari Yogyakarta, yaitu Magelang. Disini, puncak acara akan dilakukan di Candi Borobudhur yang selalu sukses menarik wisatawan. Pereunungan dan proses sembahyang lebih khidmat karena semua ritual dilakukan selama 1 minggu penuh. Untuk menutup perayaan Trisuci Waisak tersebut para warga bergegas melakukan kirab. Nuansa syahdu bakal terasa pada akhir acara, dimana ribuan umat Budha bakal berjalan pelan menggelilingi candi sambil membaca doa.

  1. Festival di Jambi

Perayaan Waisak juga dilakukan di Jambi, tepatnya berada di kompleks Candi Muaro. Ditempat ini, ratusan umat Budha bakal berkumupul dan melakukan ritual keagamaan. Perayaan Waisak di Jambi, dinyatakan sebagai ritual terbesar kedua setelah Candi Borobudhur. Festival itu akan diakhir dengan melepaskan lampion. Selain itu, terdapat pertunjukan kesenian, menampilkan musisi, sekaligus hiburan lain yang cukup menyenangkan

Keseruan Waisak di Pekanbaru

Kemeriah yang tidak kalah dari perayaan Waisak di daerah lain, terjadi di Pekanbaru. Perayaan Hari Waisak ini diikuti oleh ratusan umat Budha. Mereka memadati jalanan untuk melakukan pawai. Acara tersebut dilakukan sebagai bentuk menghormati Sang Budha. Selain membawa replika Sidharta Gautama, masyarakat membekali diri dengan berbagai sesajen dan perlengkapan sembahyang lainnya. Acara akbar ini cukup menarik, sebab hampir semua orang yang terlibat melakukan semua dengan teratur. Bahkan warga menunjukan daya kreatifnya dengan membuat pernak-pernik perayaan. Misalnya saja, memajang mobil dengan berbagai warna-warna unik. Terdapat beberapa pertunjukan kesenian, hingga keikutsertaan barongsai sebagai hiburan.